Monday, December 31, 2012

2012.Its Own Story.

Bismillahirahmanirahim..

Alhamdulillah..

Subhanallah wa bihamdih, subhanallahil a'dzim..

31/12/12 = 17 Safar 1434H

Its the last day in 2012..

2012 leave me with million memories that a neurotransmitters can synapse, lessons that limbic system can store etc etc..

January - Holiday to Bali, 1st experience scuba diving :)
February - Senior's and Schoolmate's Baitulmuslim, almost & more than 5 weds till the end of this
                  year..barakallah~
March - warmth welcome for a 'well-known figure' from M'sia who came for Muslimat event,
              handling,organizing and accompany a great figure is not an easy task :')
April - Minor Thesis in progress
May - 22nd birthday full barakah (25th May this year fall on Friday,sayyidul ayyam) Alhamdulillah :D
June - SOCA with second dosen pembimbing  as examiner, awkward moment! worst OSCE
           performed..astaghfirullah :')
July - Kerja Kuliah Nyata (KKN) for a month, infinite lessons learnt..
August - Family first visit to Bandung, Eid ul-Fitr celebs with them in J'town..great moment!
September - Semester 7 out of 10 of Bachelor in Medicine..long way to go, pray for me :)
October - Minor Thesis preparation: conducting antipyretic experiment on rats, working with CEO of
                Kimiafarma distributor, working with people of different background n expertise..such a valuable  
                lesson learnt
November - entering 6 months as NYDP 2, PKPMI-CB, lots more to be accomplished, meeting
                    those gov.and non gov.organisation leaders, broaden my view in politics..opps ;p
December - Happiness and sorrow mix at the same time:
                     #draft minor thesis submission but there's still friends of mine didn't manage to fulfill it
                     #traumatize by an 'event', related with QS 2: 155-157
                     # He gave me test on friendship yet He gave me nikmat of ukhwah fillah~
A year with great responsibilities..T.T

 No doubt that His tarbiyah is in everything, for those who think and realize..

Beginning  January 2013 with final exam..
Bittaufiq wannajah fil imtihan ya akhi ya ukhti~

"...sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat" (QS 2:214)





Saturday, December 1, 2012

Sakit.


Alhamdulillah.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Di kesempatan kali ini saya ingin berkongsi hasil tweet seorang ustaz dan penulis buku terkenal di Indonesia, tak lain tak bukan Ustadz Salim A.Fillah. Kebetulan rangkaian tweet beliau mengenai 'sakit' ini kena dengan situasi saya sekarang T.T

Apa makna sakit bagi Shalih(in+at)? Masih menggelimbang-gelimbungi ranjang dengan radang tenggorok, demam, & serak; kita bincang ulang ya:)
1. Sakit adalah bagian dari musibah yang telah Allah ukur kadarnya; tuk dihadiahkan pada hamba-hamba terpilih yang mampu menanggungnya.
2. Sakit, sebagaimana tiap ujian, bukan menguji kemampuan sebab telah ditakar sesuai daya tahan. Ia menguji kemauan kita memberi makna.
3. Maka dia yang mampu memberi makna terbaik bagi sakit, Allah angkat kemuliaannya & membuat malaikat yang selalu sehat itu tertakjub
4. Sungguh mempesona  yang  memaknai sakit & musibah, “Tugas kita meng-HADAP-i, biar Allah yang meng-ATAS-i!”
5. Sakit adalah jalan kemuliaan Nabi Ayyub yang menyejarah. Kesabarannya diabadikan jadi teladan semesta. Hari ini kita bercermin padanya
6. Sakit orang mulia bersebab kemuliaan; Asy Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu; Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa.
7. Nabi kitapun sakit oleh racun paha kambing di Khaibar yang menyelusup segigit pertama melalui celah giginya nan patah di perang Uhud.
8. Tetapi bahkan mereka yang penyebab sakit-nya tak semenakjubkan para luhur itu, tetap punya peluang menjadi mulia dengan memaknainya.

9. Sakit itu dzikruLlah. Mereka yang menderitanya umumnya kan lebih sering & syahdu menyebut asma Allah dibanding ketika dalam sehatnya.

10. Sakit itu istighfar. Mereka yang sedang disapanya lebih mudah teringat dosa-dosa lama, mengakuinya, & bertaubat mohon ampunanNya.
11. Sakit itu Muhasabah. Dia yang sedang sakit punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali.



12. Sakit itu Jihad. Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah; tersunnah untuk terus berikhtiar, berjuang bagi kesembuhan & pemulihannya
13. Sakit itu Nasehat. Yang sakit mengingatkan si sehat tuk jaga diri. Yang sehat hibur si penderita agar bersabar. Allah cinta keduanya
14. Sakit itu membaca, menulis, berkarya. Gurunda Kang Abik menggoreskan 'Ayat-ayat Cinta' saat terbaring patah kaki karena kecelakaan.

15. Sakit itu belajar. Berbaring setengah duduk memungkinkan tekun mencerap ilmu lewat buku, kalimat terucap, maupun gambar bergerak.
16. Sakit itu perekat ukhuwah sesama. Kawan lama nan tak bersua bertahun lamanya, tiba-tiba berjumpa di waktu membezuk(menziarahi) kolega(colleague) lainnya.
17. Sakit itu silaturrahim. Yang jarang datang di saat si bersangkutan sehat wal afiat, tiba-tiba menjenguk dengan senyum & rindu mesra.
18. Sakit itu salah satu keadaan yang menyusahkan syaithan; diajak maksiat tak mampu & tak mau; dosa nan lalu malah disesali lalu diampuni.

19. Sakit itu mustajabah doanya. Sampai-sampai Imam As Suyuthi berkeliling kota mencari orang sakit, lalu minta didoakan oleh mereka.
20. Sakit itu penggugur dosa. Barang haram terselip tubuh dilarutkan di dunia; anggota badan yang mungkin berdosa dinyerikan & dicuciNya.
21. Sakit itu dijamin cinta Allah dalam sabarnya; sabar tetap ibadat, sabar tak bermaksiat, sabar tahan derita, sabar menunda capaian.
22. Sakit itu membuat kita sedikit tertawa & banyak menangis; satu perilaku keinsyafan yang disukai Nabi & makhluq-makhluq langit.


"Praying for the cure of those who are unwell, whether related to you or not, is an amazing act of worship. 
Visiting the sick at a convenient time for them, for a few minutes only, is rewarded greatly by the Almighty. 
Saying a kind word of support & encouragement to the sick & their caregivers returns with great warmth to us. 
Oh Owner of cure, cure those who are sick & ill wherever they are across the globe! Aameen"
-Mufti Ismail Menk