Thursday, May 24, 2012

We holding hands, together we climb

Alhamdulillah segala puji bagi Allah, atas segala nikmat yang dikurniakan kepada hamba-hambaNya. Kita sering kali lupa untuk mensyukuri nikmat Allah yang kecil. Kata seorang ustaz, setiap kali kita bangun pagi, tidak pernah pun kita mendoakan supaya kita diberi udara yang bersih untuk bisa bernafas, syukuri nikmat Allah yang kecil, pasti syukuri nikmat Allah yang besar. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar

Alhamdulillah, dengan kekuatan dan izinNya, berjaya menyempatkan diri mengikuti Journey to Geulis anjuran persatuan agama islam disini pada hari sabtu 19/05/2012. Program yang diisi dengan qiamullail dan subuh berjemaah, seterusnya makan bersama dan big event of the day: panjat gunung!! Gunung yang di daki  kira-kira setinggi kurang lebih 1000m dari aras laut, gunung yang selalu menjadi halwa pandang semasa tinggal di bale dulu and yet sampai sekarang pun. Bila berada di kaki gunung, terdetik di hati mampukah aku untuk sampai ke puncak? bukanlah fit sangat diri ini ^_^





Alhamdulillah, sepanjang proses pendakian, terasa benar nikmat ukhwah. Ada yang tidak berdaya, dipegangnya tangan sahabat untuk terus semangat melangkah bersama. Ada yang tertinggal di belakang, ditunggunya dengan kesabaran untuk bersama-sama sampai ke puncak.  Disebabkan hujan hari sebelumnya, tanah licin, jadi untuk mengelakkan tergelincir dan jatuh, kami para peserta saling berpegang tangan, berpaut dan bergantung harap sesama kami untuk melepasi beberapa rintangan terutama di kawasan curam. Tidak kurang juga berpaut pada dahan-dahan pokok, merangkak, tunduk memegang tanah. Tersenyum sendirian bila memikirkan kembali moment-moment yang tercipta. 

Ibrah sebuah pendakian, mengajar diri ini erti kebersamaan dan kebergantungan kepada Yang Maha Kuat. La Haula Walaa Quwwata Illa Billah (Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah). Namun, ibrah utama yang ingin dikongsikan adalah kaitan pengalaman rehlah ini dengan perjalanan menuju UA.

7 Maratib Amal vs Journey to Geulis

Apa kaitannya dengan panjat gunung dengan 7 maratib amal ni? ya saya bawakan anda analogi mudah. Ketika kita berada di kaki gunung, kita mendongak ke atas, melihat mampukah kita sampai ke puncak. Begitu juga halnya dengan maratib amal ini, kita rasa tinggi sangat Ustaziatul Alam (UA), mampukah kita menjadi orang-orang yang membantu mencapainya. Berhentilah dari memberi alasan, tetapi membuka jalan dan bertindak! 

Be a man of action, if you want help of Allah to descend

Kalau dalam perjalanan mendaki gunung, pelbagai rintangan perlu dihadapi (jalan licin, cerun curam, dsb), samalah juga dalam usaha kita mendaki maratib amal ini, bukan suatu perkara mudah, pelbagai mehnah menanti di hadapan.

“Sesungguhnya banyak orang yang mampu berkata-kata
tapi sedikit dari mereka itu yang bertahan dalam beramal dan bekerja
dan sedikit pula dari yang sedikit itu yang mampu bertahan di waktu beramal
dan hanya sedikit pula dari mereka yang mampu memikul bebanan jihad yang sukar dan kerja berat.
Para mujahidin itulah angkatan yang terpilih yang sedikit bilangannya tetapi menjadi penolong dan menjadi Ansarullah.
Ada kalanya mereka itu silap tetapi akhirnya menepati tujuan sekiranya mereka diberi inayah dan hidayah oleh Allah.” Imam Hassan Al-Banna

Sebagaimana eratnya kita berpegang tangan, berpaut antara satu sama lain dalam perjalanan untuk sampai ke puncak gunung, sebegitu erat jugalah kita seharusnya berpegangan tangan, bersama-sama mengajak diri, keluarga, sahabat untuk mencapai paling minimum tingkat pertama maratib amal iaitu individu muslim. Kalau ada yang tersasar jauh, kita 'pegang' supaya tidak tersasar lagi jauh. Kalau ada yang lemah, kita 'pimpin' supaya kembali kuat.

Mari saling menjaga saudaraku, saling mengingatkan.

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Saling menguatkan.

“Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian- bagiannya saling mengokohkan.” (HR. Bukhari [481])

Nikmat/ keindahan yang dirasai apabila sudah berada di atas puncak gunung tiada apalah sangat untuk dibandingkan dengan nikmat yang lebih hebat Allah janjikan untuk hambaNya yang membantu menegakkan agamaNya. Tidakkah kita mahu menjadi orang yang membantu menaikkan islam semula? 

WE HOLDING HANDS, TOGETHER WE CLIMB!

Biiznillah~

Friday, May 18, 2012

Al-Habib

Wah! I just thought the same thing like what the owner of this blog (http://fairyn.blogspot.com/2011/06/al-habib.html) wrote :


Wee, I googled the meaning of Habib, I think it means "beloved male".
So, here's the nasheed "Al-Habib" (which refer to our beloved male: Prophet Muhammad SAW).
I've been looking for this song for ages! :)


Here's the lyric of the song (I found it really beautiful ^_^)
Ohh, and the singer is Talib Al-Habib. Try to listen and feel it!


la ilaha ilallah muhammadun rasulullah, alaihi salatullah wa alihi wal ahibba
la ilaha ilallah muhammadun rasulullah, alaihi salatullah wa alihi wal ahibba


shine your mercy like the sun, and be gracious as the earth
let your kindness come like rain that cares not whom it falls upon
and let ocean deep your wisdom be, your heart and lanterns spreading peace
give yourself in love of Him, be like al-habib
and in your deepest needs and in your deepest grieve, call on Him in humility
place your trust in the One, to whom creation turns
you'll find redemption and find peace


la ilaha ilallah muhammadun rasulullah, alaihi salatullah wa alihi wal ahibba


be a blazing fire of truth, be a soothing balm of peace
with the light of your sincerity, break the clouds of tyranny
let your faith be like a blessed tree, give your shade to all who seek
may your roots run true and deep, take your strength from al-habib


ya nabi salamalaik, ya rasulle salamalaik, ya habib salamalaik
salawatullah alaik


and all the certainty will bring tranquility, contentment with Allah's decree
give thanks for all that comes, be patient and know that someday you will return to Him


la ilaha ilallah muhammadun rasulullah, alaihi salatullah wa alihi wal ahibba


hold fast to the company of the folk of certainty
through the gaze and through your love for them,
may you be as one of them
be as gentle as the whispering breeze, spread solace to the world we're in
let your heart and soul be mirror clear, give life and love to al-habib


ya nabi salamalaik, ya rasulle salamalaik, ya habib salamalaik
salawatullah alaik


and stand before Allah like nothing else exists, and worship Him like you are seen
be with all creation and all your deeds and words
as though you have no self to clean


la ilaha ilallah muhammadun rasulullah, alaihi salatullah wa alihi wal ahibba


yet when you master all of this, forget not your neediness
were it not for Allah's grace, none of this can be achieved
so be humble as the lonely earth, that all creatures walk upon
be the slave of the most merciful, take your light from al habib
so shine your mercy like the sun, send your light across the earth
let your kindness flow like rivers, quench the thirst of all who come
and let mountain strong your spirit be, let your heart melt out of love for Him
take the road that leads to Him, may you be with al-habib


ya nabi salamalaik, ya rasul salamalaik, ya habib salamalaik
salawatullah alaik (x2)
la ilaha ilallah muhammadun rasulullah, alaihi salatullah wa alihi wal ahibba




p/s: i'm not good enough for you T.T

Saturday, May 5, 2012

I'm so SORRY~

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Recently, this feeling of guilt bothering me
Stole my soul's tranquility
I'm so sorry peoples
I'm sorry
I'm might hurt others feeling
I'm might do something annoyed
I'm still learning

Peoples are watching me out there
and more importantly ALLAH is watching me too.
Oh Allah, guide me.

"Ya Allah, grant me the strength to change the things I can, the courage to accept the things I can't, and the wisdom to know the difference."

Ya Allah! Yang Maha Hidup, Ya Allah! Yang Maha Menguruskan (alam ini), Dengan rahmat-Mu aku memohon agar Engkau perbaiki segala urusanku dan jangan Engkau biarkan aku membuat keputusan sendiri walaupun sekelip mata. – (Riwayat al-Hakim)

"Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan" (QS 11: 112)

-Harus tenang menghadapi apapun, ada Allah Yg Maha dekat, maha Baik dan Maha Penolong hamba yg benar2 bergantung pd Nya- Aa Gym


Monday, April 23, 2012

The road is long..


Make Me Strong

I know I’m waiting
Waiting for something
Something to happen to me
But this waiting comes with
Trials and challenges

Nothing in life is free
I wish that somehow
You’d tell me out aloud
That on that day I’ll be ok
But we’ll never know cause
That’s not the way it works
Help me find my way

My Lord show me right from wrong
Give me light make me strong
I know the road is long
Make me strong

Sometimes it just gets too much
I feel that I’ve lost touch
I know the road is long
Make me strong

I know I’m waiting
Yearning for something
Something known only to me
This waiting comes with
Trials and challenges
Life is one mystery
I wish that somehow
You’d tell me out aloud
That on that day you’ll forgive me
But we’ll never know cause
That’s not the way it works
I beg for your mercy

My Lord show me right from wrong
Give me light make me strong
I know the road is long
Make me strong

Sometimes it just gets too much
I feel that I’ve lost touch
I know the road is long
Make me strong

Words: Sami Yusuf
Music: Sami Yusuf
Produced by Sami Yusuf

Ini bukan jalan yang ditaburi bunga ros http://angelwearsgucci.blogspot.com/2012/04/ini-bukan-jalan-ditaburi-bunga-ros.html..Make me strong Ya Rabb~

Friday, April 20, 2012

Isti'ab

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Alhamdulillah..
Satu buku yang dibeli pada awalnya untuk diberi sebagai penghargaan kepada seseorang, tetapi atas kehendakNya, saya yang membaca dan tidak jadi untuk diberikan kepada individu tersebut. Betapa sayangnya Allah kepada hambaNya. Memberi apa yang terbaik bukan memberi apa yang kita minta.

Buku ini mengandung pelbagai nota menarik untuk para da'i sebagai panduan dalam menelusuri kancah dakwah ini. Ya Allah, ampuni daku jikalau mensia-siakan ilmu yang telah ku pelajari ini.

9 tips ringkas buat para da'i - dari Isti'ab oleh Fathi Yakan
-Kepahaman tentang agama
-Teladan yang baik
-Sabar
-Lemah lembut
-Memudahkan tidak mempersulit
-Tawadhu’
-Murah senyum dan perkataan yang baik
-Dermawan, berinfaq kepada orang lain (pemurah)
-Melayani orang lain, membantu keperluan mereka

Menjauhi fenomena istiknaf~

p/s: jikalau berkelapangan, beli, miliki dan bacalah buku ini, sungguh banyak manfaatnya.insyaAllah :)

Thursday, April 19, 2012

Masih belum terlambat...

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
59 : 18 Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
59 : 19 Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang yang fasik.


 لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۚ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ
59 : 20 Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni syurga; para penghuni syurga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan


 لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
59 : 21 Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat agar mereka berfikir.


Subhanallah, maha suci Allah..membaca dan memaknai surah al Hasyr, surah ke 59 ayat 18-21 dalam kitab suci Al-Quran ini membuat diri tersentak, menekan butang 'pause' seketika. Rasa sedih, sayu, bersalah menerpa diri.

Allah pesan kepada orang-orang yang beriman (kita la tu) supaya bertakwalah kepadaNya (2 kali Allah ulang) dan memerhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok ( apa kita dah buat/ persiapan kita untuk hari esok bukan esok hari tetapi HARI AKHIRAT, hari dimana kita mendapat 'report card' dari pencipta kita) dan Allah juga Mahateliti terhadap apa yang kita lakukan (seteliti apapun manusia  dalam melakukan sesuatu perkara mesti ada kekurangan, tak banyak,sedikit. Tetapi tidak bagi Allah. Contohnya, kita baru je niat nak buat kebaikan dah dapat pahala. Allahu allah)


"Daripada Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : "Allah berfirman: 'Jika hamba-Ku berbicara (iaitu niat) untuk melakukan kebaikan, maka Aku akan menulis untuknya satu kebaikan, maka Aku mencatatnya dengan 10 kali ganda. Jika ia berniat untuk melakukan keburukan, maka Aku mengampuninya selagi belum melakukannya. Jika ia telah melakukannya, maka Aku menulis untuknya yang semisalnya.' 
Rasulullah s.a.w bersabda lagi: 'Para malaikat berkata: 'Wahai Tuhanku, hamba-Mu ini berniat melakukan keburukan, padahal Dia lebih mengetahuinya.' Allah berfirman lagi: 'Lihatlah, jika dia melakukannya, maka catatlah keburukan itu untuknya dengan yang semisalnya. Jika ia meninggalkannya, maka tulislah untuknya satu kebaikan. Ia hanyalah meninggalkannya kerana takut kepada-Ku."' (Riwayat Muslim)


Allah pesan lagi kepada kita jangan sampai kita jadi orang-orang yang lupa kepadaNya kerana nanti Allah akan menjadikan kita lupa diri kita sendiri.Naudzubillah. http://www.ukhwah.com/print.php?sid=2290, boleh klik link ini untuk lebih memahami apa yang dikatakan dengan lupa diri sendiri. Pokoknya, sentiasalah ingat Allah ketika kita senang mahupun susah.

Dalam ayat ke 20, Allah beritahu kepada kita para penghuni neraka tidak sama dengan para penghuni syurga, para penghuni syurga itulah orang-orang yang beroleh kemenangan. So, kita nak jadi penghuni yang mana satu? Kalau nak syurga, kenalah berusaha kearahnya. Lagi satu, takkan kita tak nak jadi orang-orang yang beroleh kemenangan. Kalau kat dunia ni pun, kita dah rasa sedih, kecewa kalau jadi orang yang kalah dalam pertandingan atau perlumbaan, inikan pula akhirat tempat yang kekal abadi. Sedih dekat dunia tak pe lagi, boleh berusaha memperbaiki kelemahan, tetapi bila dah sampai ajal nanti, takut-takut kita jadi orang yang seperti dalam firmanNya :

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),  agar aku dapat berbuat amal yang saleh yang telah aku tinggalkan." Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan [QS 23: 99-100]

Astaghfirullah.Astaghfirullah.Astaghfirullah

Bagaimana persiapan kita menuju kampung akhirat? Gunakanlah nikmat masa dan peluang yang diberikan sekarang untuk menyiapkan sebaik-baik bekal untuk di bawa pulang, masih belum terlambat wahai sahabat, jangan bertangguh sehingga esok hari, kerana mungkin tiada lagi esok hari buat kita.

Seorang ulama berkata,"Hidup ini ibarat kita membuka lembar demi lembar sebuah buku. Dan setiap lembar buku yang kita buka adalah ibarat satu hari yang kita lalui. Semakin banyak lembar buku yang kita buka, bererti semakin tipis sisa lembar buku yang kita buka. Hingga akhirnya lembar demi lembar buku itupun habis kita buka. Dan itulah ajal."





Monday, March 26, 2012

Dear sisters,

Its a great talk from an O&G speacialist, Dr.Harlina Halizah Siraj about woman. Please do spend some of your time to load and listen to this. You'll never regret, insyaAllah ;)

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

16.97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

"Knowledge is something you have to give"

Sunday, March 25, 2012

Its only in women~

Bismillahirrahmanirrahim..

Alkisah bermula, dulu masa kecil kalau tengok orang yang menyusui anak dia, mesti terlintas di fikiran macam mana la susu boleh keluar dari badan mak dia. Apa mechanism, macam mana air yang keluar warna putih? Pelbagai persoalan timbul,child curiosity tinggi la katakan. Beberapa minggu sebelum berakhirnya Gastrointestinal sistem (GIS) di sem 6 ni, ada satu case tentang malnutrition. Allah mengizinkan saya mendapat learning issue tentang lactation sebab baby dalam case ini di awal usianya tidak mendapat exclusive breastfeeding.
Membuka dan membaca buku Guyton Medical Physiology pada pagi itu, membuat diri saya kagum dengan ciptaan Allah Yang Maha Hebat ini. Bermillion sel dalam badan kita diatur oleh Allah supaya sinergis bekerja antara satu sama lain untuk menghasilkan keseimbangan. Subhanallah. Secara asasnya proses penghasilan susu  hanyalah berbasis kepada pengawalan hormon estrogen, progesteron, oxytocin dan prolactin. Jom tengok video ni, sedikit sebanyak menjawab persoalan saya.

When the baby sucks its mother's breast, a hormone called oxytocin compels the milk to flow from the alveoli by causing contraction of secretory cells in the alveoli through the ducts (milk canals) into the sacs (milk pools) behind the areola and then into the baby's mouth.
Komposisi air susu ibu juga adalah yang terbaik berbanding dengan susu formula. Untuk ibu-ibu atau bakal ibu, oxytocin akan di inhibit oleh rasa takut atau tidak confident, so bila ini berlaku susu tidak dapat di secrete dari lactiferous duct dan anak tidak mendapat susu ibu yang secukupnya. Jadi, be a happy mother kerana dengan menyusu dapat mengeratkan/menambah kasih sayang antara ibu dan anak.

Dr. di tutorial pernah kata instinct seorang ibu terhadap anaknya itu adalah kerana breastfeeding yang diberikan masa kecil. Bila rindu mak kita, mak kita pun sebenarnya rindu kita. Bila kita sakit, mak kita dapat rasakan, x perlu sembunyi. Bila kita dalam kesusahan, mak kita lebih megetahui sebelum kita sempat memberitahunya. Allah juga telah berfirman :

"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma´ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian...."(QS 2:233)

So, proud to be a muslimah, proud to be a mother. Jadilah kita hamba yang bersyukur ;)

Saturday, February 25, 2012

B.A.L.I

BALI = Bila Allah's Love Infinite..

Kita terlupa, DIA mengingatkan
Kita sempit, DIA lapangkan
Kita sedih, DIA hiburkan
Kita letih, DIA kuatkan
Kita sunyi, DIA peneman 
Kita memohon, DIA perkenankan

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar
Subhanallahi Wa Bihamdihi, Subhanallahil Azeem

Rehlah di Bali 22-25/01/2012


Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai karunia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri (nya). (QS 27:73)

Thursday, February 9, 2012

Cinta dan pengorbanan ;)

Bismillah
Assalamualaikum pembaca setia

Alhamdulillah masih berpeluang menjadi orang-orang yang ingin mencari dan mempelajari ilmu. Taklim yang di sampaikan oleh ust.F sangat menarik, terutama untuk membuat hadirin yang hadir tertarik ;)
Tema 'Maulidur Rasul' membawa  menulusuri sirah nabi Muhammad SAW.
Hidup Baginda.
Hijrah Baginda.
Ujian Baginda.
Sunnah Baginda

Iman = cinta => pengorbanan => memberi

Hitung seberapa banyak pengorbanan yang kita telah lakukan sebagai bukti cinta kita kepada Allah


Allah cinta sang hamba, Allah kurniakan ujian





Sunday, January 29, 2012

Zero to Hero

Alhamdulillah setelah hampir setahun buku Zero to Hero ini dibeli, baru berkesempatan menghabiskan pembacaan hari ini. Buku hasil tulisan Solikhin Abu Izzudin ini membawa pembaca mengenal potensi diri, membangun semangat diri untuk terus menebar manfaat kepada umat, menjadi insan yang bermanfaat kepada insan lain.
kata-kata indah disusun menjadi ayat
ayat-ayat disusun menjadi perenggan
perenggan-perenggan disusun menjadi karangan
karangan-karangan disusun menjadi kalam minda

Jadikan diri pelopor kebaikan, motivator keshalihan, motor amal shalih, akselerator keimanan, penggugah jiwa, penyala cinta, penyuluh dakwah."Barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala seperti pelakunya."

"Khiyarukum fil jahiliyah, khiyarukum fil Islam..sebaik-baik kamu dimasa jahiliyah, maka sebaik-baik pula di masa Islam."

Surga..surga..itulah obsesi kita. 
Milikilah harta dengan infaq dan shadaqah. 
Milikilah waktu dengan mencari ilmu
Milikilah ilmu dengan mengajarkan dan menularkan kepada orang lain
Milikilah harga diri dengan karya besar
Milikilah jiwa dengan cinta
Milikilah cinta dengan memberi
Milikilah kehormatan dengan menjaga diri
Milikilah keselamatan dengan melindungi
Milikilah akhlak mulia dengan pembiasaan
Milikilah kebahagiaan dengan kelapangan dan qana'ah
Milikilah keluarga dengan tarbiyah
Milikilah HATI dengan TAZKIYAH

Jadilah seperti pohon kurma yang banyak manfaatnya. Rasulullah saw bersabda, "Perumpamaan seorang mukmin adalah seperti sebatang pohon kurma. Apapun yang kamu ambil darinya akan memberikan manfaat kepadamu"(Diriwayatkan Ath-Thabrani dari Inu Umar ra.)

Jadilah seperti air yang suci lagi menyucikan, bergerak untuk menghidupkan, mengalir untuk kebaikan, memancar dengan kekuatan, dikelola menjadi pembangkit energi dahsyat kehidupan. Itulah pilar kesuksesan, kunci kebahagiaan dengan menebar kebaikan.

Milikilah Allah dengan selalu dekat denganNya
Milikilah Rasulullah dengan mentaati dan meneladaninya
Milikilah syafaat Al-Quran dengan membaca (tilawah), merenungkan (tadabbur), menghafalkan (tahfidz), mengamalkan dan mendakwahkannya

Miliki dengan memberi. Lalu jadilah engkau pribadi biasa dengan prestasi yang luar biasa!- Solikhin Abu Izzudin

"Ya Rabb, tunjukilah aku jalan keluar dari setiap permasalahan dalam hidupku, kurniakan aku ikhlas dan istiqamah, ya Rahman, kurniakan aku ikhlas dan istiqamah, ya Rahim, kurniakan aku ikhlas dan istiqamah" T.T

Wednesday, January 18, 2012

The Way of Love~

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar!
The Prophet's Path, the Way of Love

Only by this Love you'll rise above
Like a dove that's been set free
Love with longing is the key
This love with longing is the key


Honey, nectar, sweetness and cream
Orchids blooming by a mountain stream
Starlit skies and waves on the sand
Next to love they can't stand
Next to this love they cannot stand


Yaa Robii yaa sarii'ar ridho irham man ro-su maalihir-rojaa
Wa thina maa qod sa-alnaa bi liqoo-i khoiril anaami,
Yaa khoiral a'anaami


The Prophet's Path, the Way of Love
Only by this Love you'll rise above
Like a dove that's been set free
Love with longing is the key
This love with longing is the key


Yaa man-ismuhu dawa wa dzikruhu syifaa-un lana
Robbiy faj'al mujtama'na ghoyatuhu husnul khitami
Bihusnul khitami


How can I find a way to express
Something that cannot be thought or guessed
Something more than just words
This love is neither seen nor heard
This love is neither seen nor heard


Love is the rope Given by Allah
It will save you from over flaw
Grasp it then He will draw you near


enjoy this song recently by Haddad Alwi and so 'touch' with this phrase
"Love is the rope Given by Allah
It will save you from over flaw
Grasp it then He will draw you near"

Ihfazillah yahfazka!!


Inspired with the Nihon people's attitude
"It's easier to go down a hill than up it, but the view is much better at the top"

Friday, January 6, 2012

Sampai bila?

Bismillah.
Assalamualaikum wbt

Sudah 6 hari kita melangkah dalam tahun baru masihi 2012 dan sudah sebulan lebih tahun baru hijrah meninggalkan kita (sudah pun 12 Safar 1433H ) hari ini.

Dalam kesibukan menghadapi final exam, syukur masih di beri kesempatan untuk 'menyuap makanan' kepada hati ini.

Pernah mendengar dari seorang mualaf, katanya, "Saya tidak pandai berkata-kata untuk mengajak orang buat baik, saya punya ilmu pun tak banyak, saya juga bukan dari orang yang mengambil bidang agama
TAPI itu semua tidak menghalang saya daripada berdakwah. Kerana saya berdakwah dengan akhlak saya. Sebaik-baik dakwah itu adalah melalui akhlak kita. Kita orang islam perlu pamer akhlak yang baik, tingkah laku yang sopan, kerana mulianya akhlak Nabi Muhammad saw, berapa ramai orang yang masuk islam kerana akhlak Baginda"

Hati saya membenarkan kata-katanya. Akan tetapi untuk hasil akhlak yang baik ibarat sebatang pokok, kita perlukan akar yang sihat supaya dapat menjalar menyerap air & nutrient dari tanah, akar perlu kuat mencengkam tanah supaya batang pokok teguh berdiri, kemudian menghasilkan ranting dan daun-daun yang merendangkan, memberi teduh. Akhlak adalah buah yang dihasilkan oleh pokok yang sihat dengan akar yang kuat ini.

 "Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik,akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit,
 (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.
 Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tegak sedikit pun." (QS 14:24-26)

Akidah/kalimah tauhid itulah akar bagi sebuah kehidupan. Mari bersama menjadi orang yang mengaku islam bukan kerana islam tertulis di atas kartu tanda nama kita. Mulakan langkah dengan menjaga hubungan dengan Allah. Introspeksi diri semula.
bagaimana kualiti dan kuantiti ibadah wajib kita?
ibadah-ibadah sunat kita? 
Masih berkira-kira masa untuk kita dengan Allah?  
 (Astaghfirullah, yang menulis ini juga kadang-kadang alpa dan tersasar, ya Rabb, ampuni hambaMu ini yang lemah lagi hina) 

Menyambumg kata-kata dari  mualaf tadi, saya membeli satu pen kemudian menggunakannya sehingga hampir habis ink, baru terlintas untuk memberi kepada sahabat saya. Agak-agak apa reaksi sahabat saya? Sudah tentu akan mengomel itu ini, "dah nak habis baru nak bagi."

Allah telah memberi peluang kita untuk hidup di muka bumi ini, sampai bila kita nak tunggu? jangan tunggu bila di hujung-hujung usia (ink pen nak habis)
baru kita nak bertaubat,
baru nak kembali kepada Allah 
baru nak buat amal kebaikan
baru nak cari/tuntut ilmu agama
baru nak fahami islam
baru nak praktik islam dalam kehidupan..

Kalau sempat alhamdulillah, kalau tak sempat? Naudzubillah

"TIADA HARI TANPA TAUBAT"
tagline yang saya kongsikan bersama adik-adik di setiap liqa' sebagai peringatan untuk diri ini dan mereka

Don't put a question mark, where Allah has put a fullstop.


Wallahu'alam~


Thursday, December 15, 2011

Istirehat terbaik

Dalam kesibukan dengan hal-hal tanzhim dan studi, sempat juga membaca satu blog yang mana saya akan kongsikan dalam entry kali ini.


Rumaysa resah. Meneliti jadual kelasnya minggu depan. Minggu ini banyak kelas yang dibatalkan dan perlu di ganti, memandangkan Final Exam semakin hampir. Taklifan yang diberi juga semakin banyak. Dia hanya terbayangkan bagaiman kesibukan yang bakal dilanda. 

Masih diingati bagaimana seksanya beberapa minggu yang lepas, dia dibelenggu dengan tiga assignment yang perlu disiapkan dalam masa tiga hari, dan beberapa kerja persatuan. Pada malam tersebut, lenguh-lenguh bahunya menghadap komputer, kerana kesemua kerjanya memerlukan khidmat komputer.

Tet..Tet..

Sms masuk ke Samsung galaxy S2 nya.

"Salamullah, akak. Saya tak dapat datang untuk Liqa' esok, ada shooting untuk Subjek English."

Tet..Tet...

Sms kedua masuk. 

Tet..Tet...Tet..

Bertalu-talu, tiga sms masuk. Menandakan adik liqa' nya membalas mesej.

"Boleh kak. Insya Allah," balas Hana.

"Insya Allah kak, " balas Nisa.

"Akak, saya sakit kepala, tak baik lagi demam," balas Kareena.

Begitulah rutin sebagai naqibah Liqa' untuk adik-adik tahun satu. Sembilan orang yang di hantar sms, beberapa kerat sahaja yang reply. Namun, itu bukan masalah buat Rumaysa, kerana dia tahu, sebagai pendakwah, kita bukan memaksa, tetapi mengajak. Mengajak pula, memerlukan kesanggupan orang yang di ajak untuk mengikut atau tidak.

Walaupun agak kecewa, Rumaysa cuba untuk mendekati adiknya yang seorang itu, Kareena, kerana dua kali berturut-turut dia tidak mengikuti Liqa'. 

"Kareena, semoga cepat sihat. Roommate awak macam mana? Dapat datang tak?"

Send.

Pandangannya ditumpukan semula ke laptopnya. Ligat jari jemari menaip. Sesekali dahinya berkerut-kerut meneliti setiap figura di screen laptopnya.

Tet..Tet..

"Dia pun sakit kepala, hari tu pengsan." Berkerut-kerut dahi Rumaysa berfikir. Namun dia cuba bersangka baik. Sesekali dia teringat, pengalamannya semasa menjadi ahli liqa'. Kadang-kadang dia culas juga menghadiri liqa' dan pernah mencari alasan untuk tidak hadir. Mungkin inilah balasannya, barangkali. Mungkin juga apa yang dikatakan adik liqa'nya itu benar.

'Aku perlu melawat mereka ni,' getus Rumaysa. 

Mungkin itulah cara terbaik untuk mengeratkan silaturrahim bersama adik liqa'. Di samping mencari sebab sebenar mereka alah ke majlis ilmu seperti liqa'.

Terdapat beberapa orang lagi yang tak pernah dijumpainya. Fikirnya, dia harus melakukan sesuatu untuk mendekati lagi 3 orang adiknya.


-------------------------------------

Usai tamat kelas Thermodymanic, Qaleesya menyapa.

"Assalamualaikum ukhti, macam mana usrah kelas kita? Semuanya baik-baik?"

Rumaysa menoleh. Senyum di simpul, sambil menjawab salam.

"Waalaikumussalam warahmatullah. Alhamdulillah, cuma ana baru buat dua kali. Minggu ni macam tak tak sempat." Qaleesya mengangguk. 

"Takpe Ukhti, semoga Allah permudahkan."

Senyum, masing-masing berbalas senyuman.

Rumaysa melangkah keluar kelas bersama sahabat-sahabatnya yang lain.

Walau kaki melangkah bersama, namun fikirannya terasing, jauh daripada sahabat-sahabatnya.

Kini, masih ada beberapa tanggung jawab yang tak dapat ditunaikan.

Liqa' untuk adik-adik tahun 1, Usrah untuk sahabat sekelas Engineering, dan juga permintaan sahabatnya, Dyarina pada awal semester untuk mengajarnya tajwid.

Kini hampir habis semester tersebut, namun satu kelas tajwid pun tak pernah di laksanakan. Alangkah serba salahnya dia merasakan.

"Rumaysa, jadi ke malam ni nak buat Liqa' sama dengan saya?" Aina menyapa dari belakang.

"Aina, insya Allah jadi. Saya ikut awak balik bilik awak. Nanti kita pergi sama-sama."

"Ok, jom," lalu Rumaysa mengekori langkah Aina.

-----------------------------------

"Assalamualaikum."

"Waalaikumussalam. Eh, Rumaysa datang. Wah. Ada apa-apa istimewa ke ni datang sini? hehe..Bagus juga, tak pernah dia sampai sini."

"Hehe, saja nak melawat-melawat kamu semua. Lagipun kejap lagi ada Liqa', pergi dengan Aina."

"Owh..Sila lah buat macam rumah sendiri."

Rumaysa mendekati bilik Dyarina. Mengetuk pintu, seiring dengan memberi salam. Salam dijawab.

"Rumaysa! Wah. Jemput la masuk."

"Takde, saja nak jenguk-jenguk. Tengah buat apa tu?" sapa Rumaysa sambil melihat laptop masih terbuka di hadapan meja belajar Dyarina. 

"Korea~~! huhu..Tak habis-habis budak ni," tawa mereka bersama.

Walaupun itu agak mengecewakan, namun Rumaysa tahu. Apa yang berlaku mungkin salah dia juga. Mungkin salah dia yang tidak menyampaikan peringatan. Teringat kelas tajwid atas permintaan Dyarina. Insya Allah, dia akan selitkan sedikit tazkirah. Insya Allah.

-------------------------------------------------
**dari sidang penulis:

"Salah ke tengok korea?"

"Tengok negara korea tak salah, malah tak berdosa."

"Cerita korea?"

"Kalau cerita tu melalaikan, mestilah tak boleh. Ana dah pernah tengok dah, buat rasa macam nak bercinta aje. Makin lagha je jadi. Tak tahu la kalau enti tengok makin mendekatkan diri kepada Allah..Wallahua'lam..ana sekadar menyampaikan peringatan, terpulang enti nak ikut atau tak."



-------------------------------------------------------

Ahad itu, Rumaysa sudah menghitung-hitung kerjanya. 

Minggu depan, Mid Term Java, Lab Test Java, Mid Term Thermodynamic, kemudian lagi dua assignment tertangguh.

Kemudian, taklifan persatuan, perlu mengadakan mesyuarat, di samping siapkan kerja. Cuba mencari ruang untuk Usrah kelas, Liqa' dan Kelas tajwid.

Kalau ikutkan semangatnya yang tidak kuat, rasa stress juga menghadapi minggu hadapan, bersama beberapa kelas ganti.

Dia cuba berbaring, melepaskan lelah pemikiran, di samping melepaskan penat menyiapkan kerja.

Lantas teringat, sudah lama tidak membuka Facebook. Mana tahu ada yang bermanfaat di dalamnya. Membaca perkongsian daripada sahabat seperjuangan.

Ruqaiyah Hmy says:

{Teringat kata-kata seorang sahabat dulu (tak ingat siapa): mati adalah istirehat paling baik...
dan kata-kata imam hassan al-banna, lebih kurang macam ni, " seandainya kita sedar, sesungguhnya kerja kita lebih banyak daripada masa yang ada.."
jadi, jangan merungut kalau takde masa rehat...bak kata presiden SPMM,
"Pendakwah yang sentiasa berfikir masalah ummat, masih ada masa lagi untuk memikirkan tidurnya.
Pendakwah yang sentiasa berfikir masalah ummat secara serius, masih ada sedikit masa untuk memikirkan tidurnya.
Pendakwah yang berfikir secara serius dan bertindak, hanya punya masa untuk tertidur, bukan tidur."}

Berderaian air matanya. Subhanallah. Peringatan yang sangat sesuai untuknya. Insya Allah, takkan mengeluh lagi. Andai kata terasa lelah, semput nafasnya, maka ingatlah, itu sudah menjadi lumrah dan rutinnya sebagai Daie.


Wallahua'lam..

Perkara ini..

Bismillah
Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar

Tengok2 balik rupanya dah lama tiada entry baru untuk blog ini.
Benarlah kata Imam Hassan Al-Banna, kita punya banyak kerja/tanggungjawab dari masa yang kita ada.

Sekarang baru boleh menarik nafas lega sedikit kerana tanggungjawab sebagai sekretariat Bandung Games 2011 telah selesai secara rasminya tanggal 11 Disember yang lalu. Malah bukan itu sahaja, dengan rasminya tugas sebagai setiausaha program Qurban 1432H dan OASIS(orientasi antara siswa) Malaysia 2011 pun berakhir.

Dalam banyak tanggungjawab/tugasan itu, banyak jugalah ragam manusia yang diri ini dihadapkan dengan. Ada yang suka memberi tugasan saat-saat akhir, ada yang suka mengeluh walaupun tugas belum siap sepenuhnya, ada yang tidak menyiapkan tugasan sebaik mungkin, ada yang mengharapkan orang lain menyiapkan tugasan sendiri, ada yang kurang percaya diri dengan tugasan yang diberikan, ada yang menyusahkan orang lain, pokoknya segala-galanya ada lah yang...

TETAPI, semua ini kalau dilihat daripada satu sisi positif, semua ragam manusia ini mengajar diri ini SABAR.

Rasa nak marah : sabar.
Rasa geram :  sabar
Rasa stress, tension :  sabar
Rasa meluat, benci : sabar
Rasa putus asa :  sabar

Macam mana nak sabar? Tips paling mudah, istighfar berkali-kali, katakan pada diri mungkin si fulan si fulan tidak mengetahui yang dilakukan adalah salah, dan fikir kalaulah Rasulullah s.a.w ada bersama kita, adakah tidak malu untuk kita pamerkan akhlak yang tidak baik dengan nak marah-marah, mengamuk tak tentu arah?


Insya Allah, hari ini kita tadabbur satu ayat Quran. Ayat yang mengingatkan saya pada Rasulullah SAW. Ayat yang mengingatkan kecintaan kita pada Rasulullah SAW. Dan ayat yang membuatkan saya terbayangkan andainya Rasulullah SAW ada bersama saya saat ini…

Ayatnya adalah ayat 21 Surah Al Ahzab. 

Tadabburlah Surah Ahzab. Kisah tentang peperangan yang agung. Kisah tentang suasana cemas yang perlu dilalui oleh para Muslimin. Tiba-tiba dalam suasana cemas itu, Allah turunkan ayat ini. Kenapa eh? Kenapa di tengah-tengah gambaran suasana peperangan?

21. “Sesungguhnya pada akhlak Rasulullah itu terdapat contoh teladan yang baik bagi kamu, iaitu bagi mereka yang mengharapkan keredhaan Allah dan keselamatan pada hari Akhirat dan banyak mengingati Allah.”

Sebabnya dalam suasana yang sangat dahsyat, super duper stress itu pun, sahabat dapat melihat akhlaq Rasulullah SAW yang sangat hebat.

Dalam keadaan stress, saat itulah kita mengenal diri sendiri. Akhlaq kita yang sebenar-benarnya terlahir dalam keadaan stress.